Rivalitas Keji Dortmund vs Schalke

Rivalitas Keji Dortmund vs Schalke

Pertandingan akan berlangsung di stadion di Signal – Iduna Park markas besar milik Borussia Dortmund tersebut akan menjadi arena bagi tuan rumah Borussia Dortmund untuk menambah poin mereka sebagai modal untuk merebut puncak klasemen sementara yang kini dipegang oleh Bayern.

Namun laga ini bukanlah sekedar laga antara dua tim Bundesliga biasa, Dortmund dan Schalke memiliki sejarah rivalitas yang amat ketat sejak dahulu. Pertandingan antara kedua tim ini dijuluki Derby Lembah Ruhr atau Revierderby dan biasanya diselimuti atmosfir keji.

Mantan pelatih Borussia Dortmund yang saat ini melatih Liverpool sempat menggambarkan derby ini dengan beberapa kalimat menarik

“Pada musim debut saya bersama Dortmund, 2008 lalu, kami langsung bertemu Schalke pada pekan keempat. Tanpa sukses apapun kala itu, derby merupakan satu-satunya hal yang menarik minat fans” ujarnya dalam sebuah wawancara

“Di Dortmund, mereka bilang derby lebih penting dari gelar juara. Anda bisa buktikan sendiri” lanjutnya

“ika Anda fan Schalke, jangan harap bisa melatih Dortmund. Di Jerman, saya bertetangga dengan dua suporter Schalke. Mereka selalu memprovokasi saya setiap hari”

Ada sebuah aturan yang mengikat bahwa Dormund dan Gelsenkirchen adalah kota terlarang bagi kedua fans. Fans Schalke tak akan bekerja atau tinggal di Dortmund, begitu pula sebaliknya. Bagi fans ortodoks yang berusia lebih dari kepala enam, aturan ini sungguh betul-betul diterapkan.

Konotasi “terlarang” pun terjadi dalam konteks ucapan verbal sehari-hari. Sampai hari ini, fans Schalke tak pernah menyebut Dortmund dengan kata “Dortmund,” mereka menyebut Dortmund sebagai “Northern Ludenscheid” Demikian pula, penggemar Dortmund akan merujuk ke Schalke atau Gelsenkirchen dengan sebutan “South Gladbeck“. Makna dua kata tersebut memuat konotasi merendahkan.

“Apa yang akan anda lakukan jika anak Anda ternyata menjadi penggemar Schalke,” pertanyaan itu meluncur ke mantan gelandang Dortmund, Kevin Grosskreutz.

Dengan tegas pemain ini menjawab: “Akan saya masukkan dia langsung ke panti asuhan!”

Jawaban ini jelas bukan candaan. Grosskreutz menegaskan ucapannya ini adalah serius dan tak main-main. Sebagai seorang pemain yang lahir dan besar di Dortmund jawabannya terdengar cukup logis.

“Saya ingin mengejek Schalke dan menjerumuskan mereka ke dalam tanah, itu adalah keinginan fans dan kami juga. Untuk mengalahkan Schalke lebih penting bagi saya daripada menang melawan Bayern Munich.”

SUMBER : SPORT.DETIK.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *