3 Alasan Dortmund Bakal Jatuhkan Dominasi Bayern

3 Alasan Dortmund Bakal Jatuhkan Dominasi Bayern

Bolabca Selama tujuh musim terakhir, Bayern Munich telah menjadi penguasa Bundesliga. Tidak ada klub yang bisa bersaing dengan mereka. Namun, di musim 2019-2020 ini, tampaknya Bayern harus memperhatikan Borussia Dortmund.

Kekalahan dari Dortmund Munich di final Piala Super Jerman mengkonfirmasi perubahan dalam peta kompetisi untuk juara Bundesliga.

Bayern Munich sangat aktif di pasar transfer musim panas ini untuk mempertahankan keunggulan domestiknya dan mencari dua pemain kunci di sisi penyerang, Frank Riberry dan Arjen Robben.

Borussia Dortmund yang unik sangat santai dan pembelian pemain yang mereka lakukan dan tidak terlalu mahal. Struktur tim membuat mereka siap untuk menjadi penantang serius bagi Bayern Munich.

Ada tiga alasan untuk memperkuat ini. Lihatlah ulasannya: Bisakah klub kuning tua ini mengusir saingannya dari tahta?

Persiapan lebih matang dari Bayern

Dengan musim ini, Dortmund menyelesaikan masalah transfer lebih awal. Mereka mengambil kemabli bek Bayern Munich Matz Hummel dan bek tim nasional Jerman Nico Schulz dari Hoffenheim untuk meningkatkan lini belakang.

Borussia Dortmund belajar banyak dari pengalaman tidak menyenangkan musim lalu. Dai Bolsen 9 poin di atas Bavaria. Kerentanan pertahanan kehilangan banyak poin di pihak-pihak penting.

“Dortmund telah mengubah pandangannya tentang kompetisi. Ketika mereka unggul sembilan poin, mereka masih tidak mengatakan bahwa gelar itu mengakui bahwa itu adalah gol mereka dan itu adalah kesalahan.” -Euro Daily Leagues Lihat podcast Sepakbola.

Jadon Sancho bermain di level game tertinggi

Jordan Sancho menjadi kartu AS Dortmund ketika mengalahkan Bayern Munich dalam satu gol di final Piala Super Jerman dan mendukung kontribusinya. Sementara itu, Bayern Munich bingung mencari bintang baru yang dapat memainkan peran besar dalam menggulung pertandingan tim.

Permainan bak Musik Jazz Modern

Di bawah komando Favre, Dortmund punya style bermain yang sedikit berbeda dari sebelumnya: tenang, penuh improvisasi, tapi tetap agresif. Dortmund yang sekarang bukan lagi tim “heavy-metal” seperti era Klopp, melainkan, mengutip ungkapan media-media bola, tim “modern jazz.”

Inti dari permainan “modern jazz” ala Favre ialah ketenangan. Artinya, tim harus paham kapan menyerang dan bertahan. Tak ada pressingyang berlebih layaknya taktik Klopp. Semua harus diperhitungkan dengan sangat detil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *