Fakta Real Madrid Yang Tidak Menghargai Legendanya

Fakta Real Madrid Yang Tidak Menghargai Legendanya

Fakta Real Madrid Yang Tidak Menghargai Legendanya

Publik tidak akan melupakan momen yang sangat menyedihkan saat dedikasi dan loyalitas Iker Casillas selama 16 tahun di tim utama Madrid (1999-2005), setelah sebelumnya berada di akademi Madrid sejak usia sembilan tahun, dibayar dengan ‘pahit’ oleh Madrid.

Berlinang air mata, Casillas berpisah dengan Madrid pada Juli 2015. Waktu itu, keluarganya mengklaim bahwa dia dipaksa keluar dari Madrid dan “dijelek-jelekkan” oleh presiden Florentino Perez. Waktu itu, Casillas juga berjanji: “Suatu hari nanti, saya akan menjelaskan semuanya.”

Mungkin inilah hari yang dijanjikan oleh Casillas.

“Saya tahu kalau waktu saya di Real Madrid hampir habis pada akhir Januari atau Februari 2015. Atmosfernya kala itu tidak bagus. Saya berpikir bahwa saya harus mengambil satu keputusan. Kami memikirkannya masak-masak, dan keputusan terbaik adalah untuk hengkang dari Real Madrid,” papar Casillas, seperti dikutip Marca.

Seluruh rekan setimnya sedang menuju Australia kala itu untuk tur pramusim. Florentino Perez, Presiden Madrid, tidak mendampinginya. Casillas berpisah seraya menangis sedih karena perpisahannya yang menyedihkan itu.

Meski di hari berikutnya Madrid mengadakan perpisahan yang layak, apa yang terjadi di hari pertama sungguh sulit dipercaya. Hal inilah myang membuat publik dunia beropini bahwa Real Madrid Tidak Menghargai Legendanya

Mantan gelandang Barcelona, Xavi Hernandez, mengecam cara Real Madrid memperlakukan Iker Casillas. Menurutnya, El Real sama sekali tak menghormati Casillas yang telah mengabdi selama puluhan tahun.

Beberapa Mantan Pemain Real Madrid Dengan Akhir Yang Pahit


Raul Gonzalez

Raul dulunya adalah pangeran Santiago Bernabeu yang berada di Klub Ibukota Spanyol dari tahun 1992 hingga 2010. Kemudian Raul Gonzalez bermain di Schalke (2010-2012), Alsad (2012-2014) dan New York Cosmos (2014-15).

Ikon itu tampaknya menuju perpisahan yang sesuai. Namun, Raul pergi seperti pemain baru yang sementara memperkuat Madrid. Legenda juga berpendapat bahwa perpisahannya seharusnya lebih baik.

 


David Beckham

Akhir pahit sang megabintang terjadi kala sang pelatih saat itu El Real Fabio Capello berkata pada David Beckham di musim terakhirnya membela Real Madrid (2006/07), Beckham tidak akan lagi mengenakan jersey Madrid.


Fernando Hierro

Kepergian Fernando Hierro terjadi dengan pahit. Saat merayakan gelar La Liga 2002/03, Hierro marah karena jurnalis itu memasuki ruang ganti tanpa sepengetahuannya. Puncaknya terjadi saat makan malam di restoran setempat.

Hierro dan para pemain Madrid lainnya mengancam akan memboikot seluruh acara, termasuk kunjungan ke pusat kota dan Cibeles. Klub dengan cepat merespons dengan mengumumkan bahwa Hierro tidak lagi menjadi bagian dari tim Madrid.

Hierro, yang sebelumnya setuju untuk menandatangani kontrak baru, pergi ke Arraiyan dan Bolton Wanderers. Setelah dua musim perpisahan dengan Madrid, yang diperkuat dari pertengahan 1989 hingga 2003, klub baru mengadakan upacara penghargaan Hierro.


 

Cristiano Ronaldo

Ketika CR7 memutuskan untuk pindah ke Juventus tahun lalu, bintang sekaliber Cristiano Ronaldo tidak dihargai. Sembilan tahun (2009-2018) dedikasinya untuk Perez berakhir. Ronaldo berpendapat bahwa presiden tidak lagi bersyukur.

Ronaldo telah mencetak 450 gol bersama Real Madrid di semua kompetisi seusai bergabung dengan klub tersebut pada 2009. Ia merupakan pencetak gol terbanyak Real Madrid sepanjang masa.

“Saya tidak berpikir mereka adalah pemain yang sama yang menjadikan saya yang pertama (kedatangan saya) ke klub, terutama dari presiden. Dia (Perez) hanya melihat saya dari sisi bisnis.” “Tidak pernah datang dari hatinya,” kata Ronaldo pada 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *